
Dear Gen-Z : Kuliah itu Bukan Sekadar Pindah Tempat Belajar, Tapi Mulai Petualangan Baru
JAKARTA – Masa transisi dari seragam putih abu-abu menuju
bangku perkuliahan sering kali menjadi fase yang membingungkan bagi generasi Z (Gen Z). Fenomena ini dibahas secara mendalam dalam podcast “Ngobrol Bareng USNI” (NGOPI) episode ke-11 bersama narasumber M. Syahri Ramdani (Pak Dani), Kepala Bagian Promotion and Enrollment sekaligus dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Satya Negara Indonesia (USNI).
Dalam diskusi tersebut, Pak Dani mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa sekitar 80% siswa kelas 12 masih merasa bingung dalam menentukan jurusan maupun kampus tujuan mereka. Meskipun hidup di era digitalisasi dengan akses informasi yang melimpah, minimnya literasi terkait jurusan menjadi kendala krusial bagi para calon mahasiswa.
Mengapa Memilih Kuliah? Menanggapi keraguan mengenai relevansi kuliah di era AI dan informasi terbuka, Pak Dani menekankan bahwa pengalaman dan proses kuliah tidak bisa diunduh. Kuliah berfungsi membentuk karakter, pola pikir kritis, analitis, serta membangun jejaring (networking) yang menjadi kunci peluang di masa depan. “Jika dulu banyak anak banyak rezeki, sekarang banyak network banyak opportunity,” ujarnya.
Faktor Pertimbangan: PTN vs PTS Podcast ini juga membedah faktor-faktor yang memengaruhi pilihan calon mahasiswa, mulai dari faktor rasional (ekonomi dan karier), faktor sosial (lingkungan dan dukungan keluarga), hingga faktor psikologis terkait prestise. Pak Dani mengingatkan bahwa kegagalan masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bukanlah akhir segalanya, karena banyak Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang kini fokus mengembangkan potensi mahasiswa sebagai aset, bukan sekadar komoditas.
Strategi USNI dalam Menghadapi Fenomena Gen Z Menjawab isu kesehatan mental dan kebutuhan Gen Z yang mudah burn out, USNI menerapkan pendekatan pembelajaran holistik melalui roadmap student journey. Program ini dirancang untuk membantu mahasiswa menemukan potensi diri sejak tahun pertama, memberikan pendampingan kesehatan mental (mental health), hingga pengembangan soft skill dan hard skill yang diporsikan selama empat tahun masa studi.
Tips Memilih Jurusan dan Solusi Kuliah Sambil Bekerja Bagi siswa yang mengalami dilema dalam memilih jurusan, Pak Dani menyarankan untuk menarik mundur dari profesi atau passion yang diinginkan. Jika terjadi perbedaan pendapat dengan orang tua, melibatkan guru Bimbingan Konseling (BK) sebagai pihak ketiga yang memahami rekam jejak akademis bisa menjadi solusi.
Selain itu, bagi mereka yang sudah bekerja, USNI menawarkan solusi melalui kuliah online atau blended learning dengan kualitas yang tetap terjaga melalui sistem monitoring Learning Management System (LMS) dan interaksi real-time dengan dosen.
Sebagai penutup, Pak Dani berpesan agar calon mahasiswa tetap optimis dan tidak ragu untuk melakukan konsultasi sebelum menentukan pilihan. Saat ini, USNI memfasilitasi sesi diskusi dan konseling, baik secara daring maupun luring di kampus pusat (Pondok Indah) maupun kampus Bekasi.
